BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia karena di dalamnya mengandung nutrisi yang diperlukan antara lain untuk pertumbuhan badan memelihara jaringan tubuh yang rusak diperlukan untuk berkembang biak dan untuk proses yang terjadi di dalam tubuh, dan menghasilkan energi untuk dapat melakukan aktivitas.
Keracunan makanan adalah suatu penyakit yang disebabkan mengkonsumsi makanan yang berbahaya atau terkontaminasi. Terjadinya penyakit karena makanan erat kaitannya dengan lingkungan yang digambarkan WHO sebagai diagram V, yaitu penularan penyakit melalui flay (lalat), fingers (tangan), fild (tanah), dan food (makanan).
Makanan yang sudah tercemar biasanya secara visual tidak terlihat atau tampak tidak membahayakan, misalnya dari segi warna, rasa dan penampakannya normal dan tidak ada tanda-tanda kerusakan. Karena itu kita sering terkecoh dan mengkonsumsi makanan tersebut tanpa ada rasa curiga sedikit pun. Kejadian sakitnya bisa mengenai individu, beberapa anggota keluarga atau sekelompok orang yang memakan makanan yang sama, dan gejala keracunannya bisa ringan dan bisa berat. Keracunan yang bersifat akut (mendadak) akibatnya ada yang fatal (mematikan). Adanya kasus dari keracunan makanan ini dapat dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) jika korban dari makanan tersebut melebihi ambang batas. Maka dari itulah diperlukan adanya analisa dan interprensi data agar dapat diketahui penyebab utama dari kasus keracunan tersebut.
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud kejadian luar biasa (KLB)
2. Untuk mengetahui cara menganalisa dan menginterprensi data dari kasus keracunan makanan yang tergolong KLB
C. Manfaat
1. Sebagai bahan ajar untuk mahasiswa pada mata kuliah PMM-B
2. Dapat dijadikan acuan bagi para institusi yang terkait
BAB II
PEMBAHASAN
A. Narasi/Sumber/Kasus
sippp
BalasHapus