Kamis, 07 Juli 2011


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia karena di dalamnya mengandung nutrisi yang diperlukan antara lain untuk pertumbuhan badan memelihara jaringan tubuh yang rusak diperlukan untuk berkembang biak dan untuk proses yang terjadi di dalam tubuh, dan menghasilkan energi untuk dapat melakukan aktivitas.
Keracunan makanan adalah suatu penyakit yang disebabkan mengkonsumsi makanan yang berbahaya atau terkontaminasi. Terjadinya penyakit karena makanan erat kaitannya dengan lingkungan yang digambarkan WHO sebagai diagram V, yaitu penularan penyakit melalui flay (lalat), fingers (tangan), fild (tanah), dan food (makanan).
Makanan yang sudah tercemar biasanya secara visual tidak terlihat atau tampak tidak membahayakan, misalnya dari segi warna, rasa dan penampakannya normal dan tidak ada tanda-tanda kerusakan. Karena itu kita sering terkecoh dan mengkonsumsi makanan tersebut tanpa ada rasa curiga sedikit pun. Kejadian sakitnya bisa mengenai individu, beberapa anggota keluarga atau sekelompok orang yang memakan makanan yang sama, dan gejala keracunannya bisa ringan dan bisa berat. Keracunan yang bersifat akut (mendadak) akibatnya ada yang fatal (mematikan). Adanya kasus dari keracunan makanan ini dapat dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) jika korban dari makanan tersebut melebihi ambang batas. Maka dari itulah diperlukan adanya analisa dan interprensi data agar dapat diketahui penyebab utama dari kasus keracunan tersebut.
B.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud kejadian luar biasa (KLB)
2.      Untuk mengetahui cara menganalisa dan menginterprensi data dari kasus keracunan makanan yang tergolong KLB
C.    Manfaat
1.      Sebagai bahan ajar untuk mahasiswa pada mata kuliah PMM-B
2.      Dapat dijadikan acuan bagi para institusi yang terkait
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Narasi/Sumber/Kasus

LAPORAN PDAM SOMBA OPU


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Air merupakan senyawa kimia yang penting bagi kehidupan makhluk hidup, karena fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain, disamping itu pula air didalam tubuh manusia terkandung kurang lebih 70 - 80 % dari seluruh berat badan. Untuk kebutuhan itu, maka Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) menetapkan kebutuhan per orang perhari didesa 160 liter, dikota antaa 100 – 150 liter (Ronny Muntu 2003, Air dan Kesehatan).
Penyediaan air yang memenuhi syarat-syarat kesehatan memegang peranan penting dalam menurunkan angka kejadian brbagai jenis-jenis penyakit yang ditularkan melalui air atau terkait dengan air.
Menurut laporan komisi WHO mengenai kesehatan dan lingkungan, ada tiga kendala yang berkaitan dengan air dan kesehatan. Pertama, adalah keterbatasan yang dihadapi oleh Negara-negara miskin air dan dampaknya terhadap kegiatan manusia. Kedua, adalah pemeliharaan mutu air dalam menghadapi permintaan yang semakin bertambah. Ketiga, menyangkut hubngan langsung antara kesehatan dan air, khususnya kepada penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh air dengan jumlah dan mutu yang kurang memenuhi syarat-syarat kesehatan.
Suplai air yang tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan menambah masalah, untuk mempertahankan mutu air maka perlu dipertimbangkan mengenai kualitas dan kuantitasnya.
Sekarang sulit sekali memperoleh air bersih, dimana-mana terjadi krisis air bersih dan bahkan didaerah tertentu masyarakatnya mengkomsumsi air kotor terutama di daerah perkotaan. Maka dari itu, salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah air tersebut adalah dengan mendirikan PAM (Perusahaan Air Minum). Dengan tujuan agar suplai air dimasyarakat merata. Walaupun demikian, masih banyak lagi masyarakat yang mengeluh tentang kualitas air PAM yan sudah tidak bagus lagi.
 Dari dasar tersebut diatas maka kami melakukan kunjungan dan mengamati tentang “Proses Pengolahan Air PDAM Somba Opu, unit Batang Kaluku”.
B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka kami dapat merumuskan masalah tersebut sebagai berikut” Bagaimana Proses Pengolahan Air PDAM Somba Opu Batang Kaluku”
C.    TUJUAN KUNJUNGAN
Adapun tujuan daripada kunjungan ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai proses pengolahan air pada PDAM Somba Opu, unit Batang Kaluku.

D.    MANFAAT KUNJUNGAN
Adapun manfaat daripada kunjungan ini adalah:
1.      Menambah pengetahuan ataupun pengalaman mengenai proses pengolahan air hingga pendistribusiannya ke masyarakat.
2.      Sebagai bahan bacaan atau informasi bagi mahasiswa lain yang akan melakukan peneliian lebih lanjut tentang pengolahan air pada  PDAM Somba Opu ,unit Batang Kaluku.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.    TINJAUAN MENGENAI AIR BERSIH
1.      Pengertian Air Bersih
Air bersih adalah air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak (Permenkes RI Nomor 416/Menkes/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air).
2.      Sumber Air Bersih
Sumber-sumber air dibumi ini berasal dari beberapa sumber ( Djasio Sanropie, 1984) diantaranya:
a.      Air Angkasa
Air angkasa merupakan penyubliman awan/uap air menjadi air murni atau uap air yang sudah terkondensasi dan jatuh ke bumi sebagai air hujan. Adapun sifat sari air hujan/angkasa ini adalah:
1)      Air hujan bersifat lunak karena kurang mengandung larutan garam dan zat mineral sehingga terasa kurang segar.
2)      Dapat mengandung beberapa zat yang diudara seperti NH3 dan CO2 agresif sehingga bersifat korosif.
3)      Dari segi bakteriologis maka relative lebih bersih tergantung pada tempat penampungannya.
b.      Air permukaan
Air permukaan merupakan salah satu sumber yang dapat dipakai sebagai bahan baku air bersih dibanding dengan sumber yang lain. Air permukaan kurang baik untuk langsung dikomsumsi oleh manusia, karena itu perlu adanya pengolahan terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan.
c.       Air tanah
Air tanah adalah air yang tersimpan/terperangkap didalam lapisan bebatuan yang mengalami pengisian/penambahan secara terus menerus oleh alam. Air tanah dapat dimanfaatkan dengan cara membuat sumur atau pompa tangan.

3.      Penggolongan Air Bersih
Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 82 Tahun 2001 bahwa Klasifikasi  dan Kriteria Mutu Air ditetapkan menjadi:
a.       Kelas Satu, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau diperuntukkan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
b.      Kelas Dua, air yang diperuntukkannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan ,air untuk mengairi pertanaman, dan atau diperuntukan lain yang mensyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
c.       Kelas Tiga, air yang diperuntukkannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau diperuntukan lain yang mensyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut
d.      Kelas Empat, air yang diperuntukkannya dapat digunakan dapat digunakan untuk mengairi pertanaman, dan atau diperuntukan lain yang mensyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut

4.      Persyaratan Air Bersih
Untuk memenuhi kebutuhan manusia, maka air bersih harus memenuhi syarat–syarat secara kualitas maupun kuantitas. Di Indonesia ketentuan mengenai standar kualitas air bersih mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416 Tahun 1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Bersih yaitu:
a.       Syarat fisik yaitu bahwa air tersebut tidak berbau,tidak berwarna,tidak berasa dan jernih.
b.      Syarat kimiawi yaitu dalam artian air tersebut tidak mengandung bahan kimiawi yang berbahaya dalam kadar tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
c.       Syarat mikrobiologik, yaitu air tersebut bebas dari kuman phatogen.
d.      Syarat radioaktif yaitu bebas dari pencemaran radioaktif dalam kadar tertentu yang dapat membahayakan kesehatan.

B.     TINJAUAN MENGENAI PENGOLAHAN AIR
1.      Pengertian Pengolahan Air
Proses pengolahan air adalah proses perubahan fisik , kimia, biologi agar memenuhi syarat untuk digunakan sebagai air minum. Adapun tujuan dari pengolahan air bersih adalah:
a.       Menurunkan kekeruhan
b.      Mengurangi rasa,bau,dan warna.
c.       Menurunkan dan mematikan mikroorganisme.
d.      Mengurangi kadar bahan-bahan yang terlarut dalam air, menurunkan kesadahan.
e.       Memperbaiki derjat keasaman(Ph).

2.      Jenis-Jenis Pengolahan Air
Jenis-jenis pengolahn air bersih yaitu:
a.      Koagulasi
Koagulasi adalah proses pengumpulan/penggabungan partikel-partikel halus yang tidak dapat diendapkan secara gravitasi,menjadi partikel yang lebih besar sehingga bisa diendapkan dengan jalan menambahkan bahan koagulan. Adapun bahan koagulan yang digunakan yaitu
·         Tawas
Tawas merupakan bahan koagulan paling banyak digunakan karena bahan ini paling ekonomis,mudah didapat dipasaran, serta mudah penyimpanannya. Selain itu, bahan ini cukup efektif untuk menurunkan kadar karbonat.
Makin banyak dosis tawas yang ditambahkan Ph makin turun, karena dihasilkan asam sulfat sehingga perlu tercapai dosis tawas optimum yang harus ditambahkan.
·          Natrium aluminat
Berbeda dengan alum, natrium aluminat ini menyebabkan naikknya Ph dan sangat jarang digunakan sendiri tetapi  bersama-sama dengan alum.

·         Fero sulfat
Bahan ini bersifat korosif, serta tidak tahan penyimpanan lama dan mempunyai sifat asam. Garam jenis ini biasanya dipakai  untuk air buangan industri, tetapi setelah itu harus diolah lagi untuk menghilangkan Fe yang ada dalam air tersebut
·         Fero clorida
Flokulasi dengan fero ini biasanya akan lebih baik bila ditambahkan dengan larutan kapur atau NaOH .
·         Poli aluminium chloride

b.      Flokulasi